Article Tools
Email this article (Login required)
Email the author (Login required)
About The Authors

P D Susanti
Forestry Research Institute, Surakarta
Indonesia

Researcher

A Ardhana
Banjarbaru Research Forestry
Indonesia

Researcher

R S Wahyuningtyas
Banjarbaru Forestry Research Institute
Indonesia

Researcher

User
Information for Author
Indexed By








Visitor Statistic

Weeds optimally grow in peat swamp after burning

P D Susanti, A Ardhana, R S Wahyuningtyas
  J. Degrade. Min. Land Manage. , pp. 197-200  
Viewed : 366 times

Abstract


After clearing land by burning the peat, then the weeds and undergrowth will flourish. Even sometimes, the weeds are eventually burned again. Weed is known as a destroyer plant that has to be controlled. Through proper treatment, the existing weeds in peatlands can be potentiallly exploited. The purpose of this study was to determine the calorific value of briquettes as one of peatland weeds utilization. The results showed that the calorific value ranged from 2,492 cal/g to 5,230 cal/g. The lowest calorific value was on ‘teki kecil’ grass (Scirpus grossus Lf), while the highest calorific value was observed for ‘bantalaki grass’ (Hymenachne amplexicaulis Nees). The high calorific value of the peat weeds are potential for biomass briquettes raw materials. The utilization and use of peat weed briquettes as a raw materials expected can reduce land degradation due to peat swamp burning.


Keywords


briquettes; peat swamp; weeds utilization

Full Text:

PDF

References


Akbar, A. 2011. Studi kearifan lokal penggunaan api persiapan lahan: studi kasus di hutan Mawas, Kalimantan Tengah. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan 8 (3): 211 - 230

Akbar, A. dan Priyanto, E. 2008. Dampak pembakaran terkendali pada ladang terhadap produktifitas lahan di rawa gambut. Prosiding Seminar Optimasi Tata Kelola Kehutanan untuk Mendukung Rehabilitasi Hutan Rawa Gambut. Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru, Palangkaraya, 30 Oktober 2008: 131-150.

Bastoni dan Sianturi, A. 2000. Dampak kebakaran hutan rawa gambut terhadap tanah dan tegakan hutan serta implikasinya dalam rehabilitasi areal hutan bekas tebangan (Studi kasus di daerah Air Sugihan, Sumatera Selatan). Prosiding Seminar Pengelolaan Hutan Rawa Gambut dan Ekspose Hasil Penelitian di Hutan Lahan Basah, Banjarmasin, 9 Maret 2000. Balai Teknologi Rebosisasi Banjarbaru: 44-45

BP Migas. 2011. Dari Minyak Terbitlah Gas. Buletin BP Migas No. 73 Agustus 2011. BP Migas. Jakarta.

Budiman, S., Sukrido, dan Harliana, A. 2010. Pembuatan biobriket dari campuran bungkil biji jarak pagar (jatropha curcas l.) dengan sekam sebagai bahan bakar alternatif. Seminar Rekayasa Kimia dan Proses. 20 Mei 2010. Semarang.

Jamilatun, S. 2008. Sifat-Sifat penyalaan dan pembakaran briket biomassa, briket batubara dan arang kayu. Jurnal Rekayasa Proses 2 (2): 37-40.

Jamilatun, S. 2011. Kualitas sifat-sifat penyalaan dari pembakaran briket tempurung kelapa, briket serbuk gergaji kayu jati, briket sekam padi dan briket batubara. Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia “Kejuangan 22 Februari 2011. Yogyakarta.

Maninder, G., Kathuria, R.S. and Grover. S. 2012. Using Agriculture Residues as a Biomass Briquetting : An Altenative Source of Enegy. Journal of Electrical and Electronics Engineering 1 (5): 11-15.

Najiyati, S., Asmana, I.N. and Suryadiputra, N. 2005. Pemberdayaan Masyarakat di Lahan Gambut. Proyek Climate Change, Forest and Peatlands in Indonesia. Wetlands International - Indonesia Programme and Wildlife Habitat Canada. Bogor, Indonesia

Setyawan, I. 2006. Briket Arang dari Limbah Organik Perkotaan. Fakultas Kehutanan. IPB.

Sinurat, R. 2011. Studi Pemanfaatan Briket Kulit Jambu Mete Dan Tongkol Jagung Sebagai Bahan Bakar Alternatif. Universitas Hasanudin. Makasar.

Sriharti, Salim, T. dan Sitompul, R. F. 2010. Studi pedahuluan pemanfaatan limbah jarak pagar (Jatropha curcas linn) sebagai bahan bakar alteratif. Seminar Nasional Kluster Riset Teknik Mesin 2009. 13-14 Oktober. Surakarta.

Susanti, P.D. ,and Wahyunigtyas, R.S. 2011. Penambahan BFA dan Zeolit untuk meningkatkan kualitas unsur hara kompos gulma lahan gambut dalam pengelolaan lahan di Kalimantan Tengah. Prosiding Seminar dan Kongres Nasional X Himpunan Ilmu Tanah Indonesia (HITI). Surakarta, 6-8 Desember 2011

Utomo, A. F, dan Primastuti, N,. 2013. Pemanfaatan limbah furniture enceng gondok (Eichornia crassipes) sebagai bahan dasar pembuatan briket bioarang. Jurnal teknologi Kimia dan Industri Vol 2 No 2 Tahun 2013 : 220-225.

Wahyuningtyas. R. S., Susanti. P. D., and Ardhana. A. 2012. Briket Dari Gulma Lahan Gambut Sebagai Sumber Energi Alternatif yang Ramah Lingkungan. Laporan Akhir. Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2014 Journal of Degraded and Mining Lands Management

License URL: http://jdmlm.ub.ac.id/index.php/jdmlm/about/submissions#copyrightNotice

Indexed By